BEDAH HASIL SHORT COURSE METODE PENGABDIAN ABCD DI "RUMAH PENGABDIAN" LP2M UIN BANDUNG

Ayo bagikan informasi mengenai BEDAH HASIL SHORT COURSE METODE PENGABDIAN ABCD DI "RUMAH PENGABDIAN" LP2M UIN BANDUNG ini ke teman-teman kamu di sosial media, gunakan tombol share dibawah ini.

Whatsapp Facebook Twitter


Bandung, 08 Okotber 2020. Para pegiat pengabdian UIN Bandung kembali saling berbagi di "Rumah Pengabdian" LP2M UIN Bandung (7/10/20), dalam tajuk "Bedah Hasil Short Course, Metode Pengabdian ABCD" disampaikan oleh alumni shortcourse Kemenag RI,  Dr.  Ateng Supriatna,  M.Si. 

Dr.  Husnul Qodim,  MA, yang juga ketua LP2M, saat membuka dan memberi arahan, menyampaikan bahwa Sesuai harapan Direktur Pendis, UIN Bandung dipacu untuk mengembangkan bidang pengabdiannya, sehingga sinergi dengan reseach yang sudah cukup baik capaiannya, dan diharapkan berkembang bukuan reseach for reseach tapi menjadi reseach for humanity. Gagasan Kapus PKM membentuk "Rumah Pengabdian" untuk mengumpulkan para pegiat pengabdian dari berbagai fakultas,  merupakan langkah senada dengan harapan Direktur Pendis di atas, yaitu untuk menguatkan dan mensinergikan strategi dan langkah para pegiat pengabdian di UIN Bandung tersebut, yang selama ini para pegiat pengabdian rata-rata berjalan masing-masing. 


Lebih lanjut Kapus PKM,  Dr. H. Aep Kusnawan,  M. Ag,  yang juga moderator pada acara diskusi tersebut,  menjelaskan bahwa pihaknya memimpikan Pengabdian sebagai bagian Tri Dharma PT, dapat berkembang di seluruh prodi di UIN Bandung,  dengan memiliki model pengabdiannya masing-masing. Itu diperkaya oleh para dosen,  yang mengampu mata kuliahnya, yang didorong untuk menumbuhkembakan MK menjadi bermuatan pengajaran,  penelitian dan juga pengabdia. Dengan begitu, kontribusi akademik civitas akademika digarapkan akan makin dirasakan oleh masyarakat. Apalagi ditengah peluang berlakunya Kampus Merdeka yang memberi luang pengabdian lebih leluasa,  serta harapan Direktur Pendis tentang perlunya digagas Mata Kuliah Metodologi Pengabdian pada masyarakat. 

Untuk itu,  menurut Aep, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Fakultas untuk mendorong tiap prodi memiliki model pengabdian serta mendata para pegiat pengabdian yang sudah biasa menekuni pengadian secara simultan. Untuk mewadahi dan mensinergikannya, PKM menyediakan "Rumah Pengadian" sebagai wahana pertemuan saling berbagi dan saling bersinergi antar pengabdi tiap prodi dan tiap fakultas, termasuk untuk menggodok seperangkat Metodologi Pengabdian.


Pertemuan pengabdi kali ini,  dihadiri 20 pengabdi perwakilan para pengabdi dari tiap fakultas, yang secara  aktif berinteraksi merespon pemaparan Nara Sumber tentang Metode pengabdian ABCD.


Menurut Dr. Ateng,  bahwa metode pengabdian ABCD dan PAR merupakan metode pengabdian yang telah direkomendadikan Dirjen Pendis untuk dikembangkan dalam Pengabdian kepada Masyarakat di PTKIN. Metode ABCD ini,  lebih menekankan pada pandangan awal pengabdi melihat potensi masyarakat,  bukan melihat masalah. Potensi itulah yang kemudian ditumbuhkembangkan.

Pada kenyatannya di masyarakat manapun,  tentu mereka memiliki potensi aset,  tinggal pengabdi dan masyarakat jeli menganalisanya dan kreatif mengolah serta mengembangkannya. 


Pemaparan Dr Ateng selanjutnya mendapatkan respons hangat dari para pengabdi yang hadir. Herman M. Ag dari FDK mencoba menarik ABCD pada kondisi masyarakat perkotaan di lingkungan tempat tinggalnya Daerah Palasari. Dr.  Agus Suyadi dari FU,  mencoba mengilustrasikan implementasi ABCD pada Masyarakat Tuna Netra yang dibinanya untuk menguasai Hadis di wilayah Cimahi. Hasanudin, MAg dari FSH menguatkan implementasi ABCD pada pengembangan Eko Wisata Halal di daerah Indragiri Ciwidey yang tengah digarapnya. 

Sementara,  Dr.dr. Ambar dari FPsi menyimak ABCD untuk disinergiken dengan pengabdiannya meningkatkan nutrisi masyarakat kota di Cimahi yang dikembangkannya. Sementara itu, Dr. Dedi Sayandi dari FSH mengilustrasikan ABCD dengan Pengembangan Ekonomi Syariah pada Masyarakat yang terjerat Rentenir di Kota Bandung. Adapun Dr. Asep Sahid Gatara dari Fisip mencoba mengimplementasikan ABCD pada mayarakat binaannya dalam bidang Politik Berakhlak Karimah di daerah Garut. Begitu juga, Dr Heny Gustini dari FDK  mengimplemenasikan ABCD dengan Masyarakat Marginal yang ditekuni dalam pengabdiaannya di Sukajadi.


Pada kesempatan itu, Dr. Ateng  sangat Mengapresiasi dengan respons ABCD dari para pengabdi beragam model. Secara khusus ia menyarankan, "Adanya berbagai model pengabdian yang ditekuni oleh para pengabdi UIN, untuk terus ditekuni sehingga menjadi Branding. Sebagaimana dirinya kemana-mana dikenal sebagai "Ateng Sampah", karena saya dari Prodi Biologi Saintek, yang menekuni pengolahan sampah sebagai komoditas. Itulah sebanya kemana-mana saya identik dengan lalat dan sampah". Ungkap Ateng disertai tawa renyah.


Di akhir acara, Aep,  menyarankan "Kepada para pengabdi untuk terus mengembangkan kolaborasi dengan dosen lainnya, sehingga gerakan pengabdian yang dilakukan dikalangan dosen UIN Bandung,  tidak hanya berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat mengajak dosen lainnya bekerjasama, sehingga saling bantu,  dan para dosen yang belum memiliki bidang pengabdian dapat terdampingi untuk sama-sama aktif dalam pengabdian sesuai konstribusi bidang keahliannya". Pungkasnya.

HUMAS LP2M UIN SGD BANDUNG