Dosen Pegiat Pengabdian UIN Bandung Gagas Desa Ekowisata Halal Indragiri

Ayo bagikan informasi mengenai Dosen Pegiat Pengabdian UIN Bandung Gagas Desa Ekowisata Halal Indragiri ini ke teman-teman kamu di sosial media, gunakan tombol share dibawah ini.

Whatsapp Facebook Twitter

Workshop yang bertemakan “Manajemen Pariwisata Halal dan Pembentukan Komunitas  Pegiat Ekowisata Halal” di Aula Kantor PTPN VIII Rancabali Kabupaten Bandung dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat (Selasa, 10/09/2019). Workshop dilaksanakan dalam rangka proses pembentukan Desa Ekowisata Halal di Indragiri, Rancabali, Kabupaten Bandung.

Awalnya, gagasan pembentukan Ekowisata Halal ini lahir dari dosen pegiat pengabdian UIN SGD Bandung, yaitu: Muhammad  Hasanuddin, M.Ag (Ketua Jurusan  Ekonomi Syariah), Dr. Sofian Al Hakim (Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, dan dosen senior, Dr. H. Atang Abd Hakim. Sejak 2015 mereka sudah melakukan riset terkait Manajemen Hotel Syariah, pada 2016 riset Pariwisata Halal di Nusa Tenggara Barat dan Aceh, 2018 riset wisata halal di Singapura dan Malaysia.

Transformasi hasil riset baru dilakukan setelah menemukan berbagai poblematik pada saat mereka menjadi Dosen Pembimbing Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sisdamas UIN SGD Bandung di wilayah Indragiri, Rancabali pada 2018. Sejak itulah para inisiator memunculkan ide, gagasan, lalu menyusun konsep Desa Wisata Halal.

Disadari, banyak penolakan terhadap konsep dan penerapan wisata halal ini, karena kekhawatiran terjadi syai’atisasi atau arabisasi wisata. Padahal tidak begitu. Wisata halal  adalah sebuah layanan wisata yang prima dan bersahabat terhadap wisatawan muslim. Pariwisata halal tidak bertentangan apalagi menghilangkan kearifan lokal, malah diyakini bakal mampu peningkatan taraf perekonomian masyarakat.

Karenanya, para inisiator dari UIN SGD Bandung terus menyusun konsep tentang Ekowisata Halal, sambil memberikan pemahaman dan meluruskan persepsi masyarakat agar tidak salah kaprah apalagi alergi dengan istilah “halal”. Termasuk, menggerakkan komunitas sumber daya manusia sebagai penggiat wisata halal.

Wilayah Indragiri memiliki kekayaan alam, kebudayaan serta pariwisata yang sangat potensial, sehingga perlu digali, dikembangkan, dan dipromosikan secara maksimal. Karena, potensi itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Atas dasar itulah, para inisiator dari UIN SGD Bandung ini terus melakukan pengamatan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Gagasan Desa Ekowisata Halal ini mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat bahkan didukung penuh oleh para stakeholder di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, dukungan terus mengalir. Bupati Bandung dengan perangkat SKPD-nya sangat mendukung. Termasuk DPRD Kabupaten Bandung, pihak PTPN VIII yang punya lahan perkebunan, Bank Indonesia, Dompet Dzuafa, pemerintahan kecamatan, pemerintahan desa, RT/RW, organisasi kepemudaan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Kami optimis Desa Wisata Halal Indragiri segera terwujud. Di akhir 2019 ini insya-Allah bisa dideklarasikan,” ujar Muhammad Hasanuddin.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung H Sugianto, S.Ag, M.Si menyatakan dukungannnya atas pembentukan Desa Wisata Halal di kawasan Indragiri Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Salah satu bentuk dukungan itu adalah dengan memasukkan mata anggaran dalam APBD Tahun Anggaran 2020, khusus untuk penataan dan pengembangan Desa Wisata Halal.

“Selain dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, insya-Allah kita prioritaskan dana dari APBD Kabupaten Bandung untuk pengembangan Desa Wisata Halal Indragiri. Ini salah satu cara kami dalam mendukung bebagai program pembangunan di wilayah Kabupaen Bandung,” ujar  Sugianto usai workshop Wisata Halal.

“Sebagai wakil rakyat, kami sangat mendukung masyarakat yang berkeinginan memajukan desanya, terlebih tujuannya untuk lebih mensejahterakan dan meningkatkan taraf kehidupan menjadi lebih baik,” lanjut Sugianto. (Sumber dan foto disadur dari: 86news.co)